H Heri Susanto S.pd
Tujuan utama diutusnya Rasulullah SAW adalah
sebagai rahmat bagi semesta alam ini, sebagaimana dinyatakan Allah dalam
Al-Qur’an, sebagai konsekuensi logis dari fungsi dan tujuan Ke-Rasul-an
tersebut, maka rasulullah menanamkan dasar-dasar karakteristik islam yang
umumnya merupakan sejumlah nilai dan norma yang mengatur manusia dan masyarakat
dalam hal yang berkaitan dengan peribadatan, social, ekonomi, politik, yang
bersumber dari Al Qur'an dan sunnah, yaitu : Ukhuwah (persaudaraan), Al-Musawa
(persamaan), Al-tasamuh (toleransi), Syuro (musyawarah), Al-ta'awun
(tolong menolong), dan Al-adalah (keadilan).
Dari enam rukun iman yang diyakini umat Islam, ada
dua yang tidak gaib, yaitu sosok Nabi Muhammad sebagai sosok historis dan kitab
suci Alquran yang bisa kita baca dan kaji kandungannya, merupakan pintu gerbang
ajaran Ilahi yang mengajarkan umat ini untuk hidup dan berkehidupan yang ”rahmatan
lil alamin”. Mempelajari sejarah terutama rasulullah sebagai Matsl
Al-A’la (tipe ideal), berguna sebagi i’tibar (pengambilan pelajaran
dan tauladan) dari contoh-contoh di masa lampau, sehingga memberikan azas
manfaat secara lebih khusus demi keberlangsungan hidup umat.
Bila kita mengacu pada fakta historis keadaan umat islam (masyarakat
muslim) pada zaman Rasullullah maka kita akan menemukan suatu kondisi
masyarakat yang berperadaban tinggi, saling menghormati, tolong menolong,
saling menyayangi, toleran, dan jalinan solidaritas sosial diantara mereka yang
begitu indahnya. Hal ini terjadi karena adanya komitmen mereka pada
sunnah-sunnah rasul dan kemampuan mereka untuk memposisikan rasul sebagai
teladan dan panutan yang terbaik serta aplikasi mereka terhadap esensi ajaran
islam yang syamil / komprehensif.
Jika kita bandingkan kondisi kehidupan bermasyarakat pada zaman
rasulullah dengan kondisi sosial dewasa ini di negeri kita, Indonesia,
sebuah negeri yang berketuhanan dan dihuni oleh mayoritas ummat Nabi Muhammad
saw, maka kita akan melihat suatu perbedaan yang signifikan, di mana masyarakat
kita saat ini sedang menghadapi sebuah krisis moral di setiap lapisan sosial
dalam masyarakat, mulai dari tindakan kekerasan, penindasan terhadap yang lemah
sampai kepada maraknya mafia hukum dan peradilan, ditambah dengan
terkotak-kotaknya umat muslim karena kefanatikan dengan suatu golongan, belum
lagi dengan krisis global, yang telah menghancurkan sendi-sendi
perekonomian dunia dan berdampak pada terpuruknya laju perekonomian, kemudian
bencana alam melanda negeri ini hingga menyengsarakan sebagian rakyat
Indonesia. Umat islam sebagai penghuni mayoritas di negeri tercinta ini
jelas yang paling terkena imbas krisis tersebut, dapat terlihat oleh kita
kemiskinan merajalela sehingga banyak saudara kita menjerit dengan beban
ekonomi yang semakin menghimpit.
Realitas Faktual diatas tersebut sudah seharusnya menggugah kita untuk
mewujudkan kepedulian sosial dan mempertebal rasa solidaritas diantara
kita selaku umat yang inti ajarannya adalah cinta kasih dan persaudaraan, demi
untuk meningkatkan jalinan ukhuwwah yang telah sejak dahulu disinyalir oleh
Nabi Muhammad SAW, sebagaimana sabdanya : “Muslim dengan muslim lain
adalah saudara, layaknya tubuh manusia, sehingga dimana salah satu organ
tubuh merasakan sakit maka organ-organ tubuh yang lainnya-pun sama merasakannya”.
Berpijak
dan mengacu pada esensi ajaran islam yang tersimpul pada cinta kasih,
perdamaian dan saling tolong menolong serta semangat ukhuwwah islamiyah maka
kami, yang tergabung dalam sebuah ikatan keluarga besar “MUSHOLA DAARUL IMAN
CABANG BANDUNG” bermaksud mengadakan Blog ini untuk menumbuh-kembangkan solidaritas
ummat dan terciptanya jalinan ukhuwwah diantara sesama muslim bukan untuk
saling menjatuhkan,perdebatan,perselisihan sesama umat islam, selain itu untuk
menggugah semangat kepedulian sosial dalam masyarakat demi untuk menimgkatkan
iman dan taqwa kepada Alloh Swt. Amiin Ya Robbal

Komentar
Posting Komentar