Belajar mengaji di madrasah Al hidayah
Eloknya sore hari
kala itu tak ubahnya hanyalah sebuah pemandangan terhadap sekumpulan anak kecil
yang saling berebut bola sesama temannya. Lapang yang lumayan luas merupakan
tempat bermain, bercanda bagi sekumpulan anak-anak pada saat itu. Sekumpulan
temannya memilih menonton di pohon
kelapa yang menjulang tinggi di tepi jalan. Merasa tempat paling aman untuk menyaksikan temannya yang telah asik bermain bola tanpa menghiraukan keringat yang
bercucuran di keningnya.
Hanya rasa
gembira yang dirasakan pada waktu. Semangat untuk hidup lebih lama telah
dirasakan pada saat pijakan kaki-kaki kecil yang lincah itu menembus bumi .
Tidak ada kesempatan sedikit pun bagi alam untuk merusak suasana gembira di
sore hari itu .
Namun dengan kejadian
seperti itu pandanganku tiba-tiba dialihkan oleh sesosok anak-anak kecil yang berpakain muslim ditepi jalan sana.
Tepatnya di seberang lapangan bola tempat bermain kami . Ternyata dia anak laki-lakinya pak Rt02. Yang mau
belajar mengaji di salah satu madrasah Al hidayah miliknya Ust Heri seorang pemuda
yang gigih mensyiarkan agama islam di
daerah kami.
Dengan
rasa malu pada waktu itu saya ditemani
teman saya menghampiri anak pak Rt02 itu
yang sebentar akan belajar mengaji di madrasah al hidayah. Ternyata anak
sekecil itu bisa membaca Al Qur’an dengan baik dan lancar ,yang membuatku terpana dan kagum ketika saya melihatnya. Akan tetapi setelah
melihat kejadian tersebut saya memetik hikmah dari kejadian tersebut dan
menjadi pelajaran yang berharga bagi saya. Ternyata anak kecil yang awalnya
saya nilai tidak

Komentar
Posting Komentar