Langsung ke konten utama

Hidup kita hanya untuk menggapai Cinta Nya


Ya Allah..Relakanlah aku mendekatiMu..aku ingin merasa tentram jauh dari kepalsuan dunia

Ya Rob..Ampunilah aku..aku sangat tersiksa dengan keadaanku yang seperti ini..kumohon


Sebuah pesan islami yang menyentuh hati


Raihlah cita-citamu nak, jadilah apapun. Kau mau jadi dokter, jadilah dokter. Jadilah pemimpin, pilot, arsitek, ahli ekonomi, petani, atau apapun. Terserah kamu nak, bapak akan selalu mendukungmu. Ibumu akan terus mendoakan mu. Tapi nak, satu yang perlu kau ingat.

Bapak dan ibu takkan bangga nak, meskipun kau jadi presiden atau penguasa dunia sekalipun. Kami hanya akan bangga ketika kau menjadi "apapun" yang baik. Ketika kau jadi dokter, jadilah dokter yang baik. Jadi arsitek, jadilah arsitek yang baik. Jadi presiden, jadilah presiden yang baik.

Karena hanya itu yang akan membuat kami bangga nak. Bukan seberapa sukse kau meraih cita-cita. Semua itu percuma nak, semuanya akan kau tinggalkan. Gelar doktermu takkan mampu memperpanjang umurmu. Gelar arsitek takkan membuat kuburmu begitu megah. Gelar pilot takkan mampu mengendalikan keranda mayat yang kelak akan kau kendarai. 

Kau harus ingat akan satu gelar yang pasti didapat oleh setiap makhluk yaitu almarhum dan almarhumah.
Gelar itu akan melekat pada dirimu ketika kau dianggap cukup menjalani ujian kehidupan.
Gelar itu dipaksakan tak peduli kau mau atau tidak. Seperti itulah engkau dan begitu juga kami. Kami takkan mungkin hidup selamanya, menjaga dan menasehatimu jika kau salah, karena suatu saat kami akan pergi nak. 

Pada akhirnya kau akan hidup sendiri dan mempertahankannya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ayahanda KH Enjang Wahyudin, Pimpinan Daarul Iman Garut Cibolerang

Ajakan yang salah

                                                              “ Jadi Jalma Mah Kudu Hese Di Ajak Salah”

Cerpen Belajar Mengaji Di Madrasah Al Hidayah

Belajar mengaji di madrasah Al hidayah Eloknya sore hari kala itu tak ubahnya hanyalah sebuah pemandangan terhadap sekumpulan anak kecil yang saling berebut bola sesama temannya. Lapang yang lumayan luas merupakan tempat bermain, bercanda bagi sekumpulan anak-anak pada saat itu. Sekumpulan temannya memilih menonton di  pohon kelapa yang menjulang tinggi di tepi jalan. Merasa tempat paling aman  untuk menyaksikan temannya yang  telah asik bermain bola  tanpa menghiraukan keringat  yang  bercucuran di keningnya. Hanya rasa gembira yang dirasakan pada waktu. Semangat untuk hidup lebih lama telah dirasakan pada saat pijakan kaki-kaki kecil yang lincah itu menembus bumi . Tidak ada kesempatan sedikit pun bagi alam untuk merusak suasana gembira di sore hari itu . Namun dengan kejadian seperti itu pandanganku tiba-tiba dialihkan oleh sesosok anak-anak kecil  yang berpakain muslim ditepi jalan sana. Tepatnya di seberang lapangan bola tempat berm...